KOMPETENSI DAN MOTIVASI BERPRESTASI KEPALA MADRASAH
TERHADAP KINERJA KEPALA MADRASAH IBTIDAIYAH
DI KECAMATAN WEDARIJAKSA KABUPATEN PATI
TAHUN 2012

SINOPSIS TESIS

Diajukan untuk memenuhi syarat guna
Mencapai gelar Magister Pendidikan Islam

Oleh:

CHOIRIL ACHYAR
NIM : A. 10.1.0177

PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
TAHUN 2012

MOTTO

ﻓﺎ ﻨﻬﺎ ﻻﺘﻌﻤﻰﺍﻻﺑﺼﺎ ﺭﻮﻟﻜﻦ ﺘﻌﻤﻰ ﺍﻟﻗﻟﻮﺐ
ﺍﻟﺘﻰ ﻓﻰﺍﻟﺼﺪ ﻮ (ﺍﻟﺤﺞ : ٤٦)

ARTINYA: “MAKA SESUNGGUHNYA BUKANLAH MATA ITU YANG BUTA, TETAPI YANG BUTA ADALAH MATA YANG DI DALAM DADA”
(QS. AL HAJJ : 46)

PERSEMBAHAN

Tesis ini kupersembahkan kepada:

 Ayah dan Ibu tercinta
 Istri dan Anakku tersayang
 Para Dosen, Staff dan Karyawan UNWAHAS
 Rekan – rekan yang ikut membantu
 Para pembaca yang budiman

ABSTRAK

Dunia pendidikan modern menuntut kepemimpinan berwawasan manajemen strategik yang selalu mengutamakan kepuasan pelanggan. Kebijakan pemerintah pun menggariskan pentingnya pengelolaan sekolah yang memenuhi standar nasional. Hal ini mengharuskan kepala sekolah untuk selalu berupaya meningkatkan kinerjanya. Agar kepala madrasah senantiasa berkinerja tinggi, maka kepala madrasah harus memiliki kompetensi dan motivasi berprestasi yang tinggi.
Kompetensi kepala madrasah mencakup: kepribadian; manajerial; kewirausahaan; supervisi; sosial. Motivasi berprestasi kepala madrasah: yakni: need for achievement; need for affiliation; need of power. Kinerja kepala madrasah: kinerja merupakan kemampuan yang ditampilkan seorang pegawai pada saat melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Kinerja kepala madrasah yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan kepala sekolah dalam mempimpin organisasi sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi (X1) serta motivasi berprestasi (X2), terhadap kinerja kepala MI (Y) di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati.
Populasi dalam penelitian ini adalah guru MI di Kec. Wedarijaksa Kab. Pati sebanyak 267 guru dengan jumlah sampel sebanyak 20% dari jumlah populasi yang ada atau 55 orang guru dengan menggunakan teknik proporsional random sampling.
Data dikumpulkan melalui angket tertutup yang dijawab langsung oleh responden, selanjutnya data dianalisis secara kuantatif dengan menggunakan program SPSS versi 13,00, meliputi: analisis deskripsi, koefesien determinasi, korelasi parsial dan regresi ganda.
Secara deskriptif hasil penelitian ini adalah: bahwa besarnya nilai thitung untuk variabel kompetensi kepala sekolah sebesar 3,296 sedangkan ttabel sama dengan 2,01 maka thitung (3,296) > t tabel (2,01) sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepala madrasah terhadap kinerja kepala madrasah; bahwa besarnya nilai thitung untuk variabel motivasi berprestasi terhadaap kinerja kepala sekolah sebesar 2,282 sedangkan ttabel sama dengan 2,01 maka thitung (2,282) > ttabel (2,01) sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi berprestasi terhadap kinerja kepala madrasah.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati terus meningkatkan kompetensinya serta senantiasa menggelorakam semangat motivasi karena variabel ini sangat berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja kepala sekolah.

Kata Kunci : Tuntutan Kompetensi, Motivasi berprestasi, dan Kinerja Kepala Sekolah.

KATA PENGANTAR

بِسْــِم اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji bagi Allah seru sekalian alam, dan melalui proses yang cukup panjang, maka tesis dengan judul “Kompetensi dan Motivasi Berprestasi Kepala Madrasah terhadap Kinerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati Tahun 2012” dapat penulis selesaikan dengan baik. Untuk itu penulis mensyukuri atas rahmat telah diberikan-Nya.
Penulis menyadari bahwa partisipasi dan bantuan dari berbagai pihak sangatlah berarti, sehingga keberhasilan, kemajuan dan peningkatan bukan semata-mata oleh kerja penulis saja. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dr. H. Noor Achmad, M.A, Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang.
2. Prof. Dr. H. Mahmutarom, HR,SH,MH, Direktur Program Pascasarjana Universitas Wahid Hasyim Semarang;
3. Dr. Noor Hadi, M.Si. Akt., Dosen Pembimbing yang telah memberikan arahan tentang penulisan tesis;
4. Bapak Ibu Dosen Program Pascasarjana Universitas Wahid Hasyim Semarang;
5. Bapak Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati yang telah memberikan ijin dan bantuan saat penulis mengadakan penelitian;
6. Seluruh karyawan dan civitas akademika Program Pascasarjana Universitas Wahid Hasyim Semarang serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu;
Atas segala bantuan yang mereka curahkan, penulis hanya dapat mendoakan semoga amal baik mereka diterima disisi Allah SWT.
Akhirnya penulis menyadari bahwa dalam penulisan tesis ini masih jauh dari kesempurnaan, banyak terdapat kejanggalan dan kekurangan. Oleh karena itu saran dan kritik yang konstruktif dari para pembaca senantiasa penulis terima dengan penuh penghormatan.
Harapan penulis semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca umumnya, dan semoga menjadi amal pengabdian penulis terhadap agama, bangsa dan negara.

Semarang, April 2012
Penulis,

Choiril Achyar,
NIM. A.10.1.0177

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………..i
MOTTO DAN PERSEMBAHAN…………………………………………………. ii
ABSTRAK…………………………………………………………………………. iii
KATA PENGANTAR………………………………………………………………iv
DAFTAR ISI……………………………………………………………………….. vi
DAFTAR TABEL………………………………………………………………….. viii
DAFTAR GAMBAR………………………………………………………………. ix
BAB I : PENDAHULUAN ……………………………………………………….. 1
A. Latar Belakang Masalah …………………………………………..1
B. Rumusan Masalah ………………………………………………………………2
C. Tujuan dan Kegunaan ……………………………………………..2
1. Tujuan ………………………………………………………… 2
2. Kegunaan ………………………………………………………………………. 3
a. Dari segi Akademik………………………………………… 3
b. Dari segi Praktis .………………………………………….. 3
3. Manfaat Penelitian……………………………………………. 4
a. Manfaat Teoretis…………………………………………… 4
b. Manfaat Praktis…………………………………………….. 4
D. Kerangka Berfikir …………………………………………………5
E. Hipotesis Penelitian ……………………………………………… 6
F. Metodologi Penelitian …………………………………………… 6
1. Pendekatan dan Rancangan Penelitian ………………………………6
2. Populasi dan Sampel Penelitian ………………………..…….. 6
a. Populasi ……………………………………………….. 6
b. Sampel Penelitian ……………………………..……….. 7
3. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional………………… 7
a. Variabel Penelitian …………………………………… 7
b. Definisi Operasional ………………………………… 8
1) Kompetensi Kepala Madrasah……………………. 8
2) Motivasi Berprestasi Kepala Madrasah..………… 9
3) Kinerja Kepala Madrasah…………………………. 10
4. Instrumen Penelitian…………………………………………… 11
a. Uji Coba Instrumen ……………………………………… 11
1) Validitas Isi …………………………………………… 11
2) Validitas Konstrak …………………………………… 12
3) Reliabilitas……………………………………………… 12
b. Teknik Analisis Data ……………………………………… 13
1) Analisis Deskriptip …………………………………… 13
2) Uji Persyaratan ……………………………………….. 13
a. Uji Normalitas Data ………………………………. 13
b. Uji homogenitas data penelitian …………………. 14
c. Uji Linieritas……………………………………… 14
d. Uji Multikolinieritas……………………………… 14
c. Uji Hipotesis …………………………………………….. 14
1) Uji Korelasi Parsial ……………………………………. 15
2) Uji Korelasi Ganda ………………………………….. 15
3) Uji Regresi Ganda ……………………………………. 15
G. Sistimatika Pembahasan…………………………………………… 16
1. Bagian Awal …………………………………………………… 16
2. Bagian Isi ……………………………………………………… 16
BABII : KAJIAN TEORI …………………………………………………………. 18
A. Kompetensi Kepala Madrasah..…………………………………… 18
1. Pengertian Kompetensi………………………………………… 18
2. Kepala Madrasah..…………………………………………….. 18
a. Pengertian Kepala Madrasah.…………………………….. 18
b. Tugas Kepala Madrasah..…………………………………. 19
3. Kompetensi Kepala Madrasah………………………………… 19
4. Peran Kepala Madrasah…..…………………………………… 19
a. Kepala Madasah sebagai Educator (pendidik) …………….. 19
b. Kepala Madrasah sebagai Manajer………………………… 20
c. Kepala Madrasah sebagai Administrator………………….. 20
d. Kepala Madrasah sebagai Supervisor……………………… 20
e. Kepala Madrasah sebagai Leader (Pemimpin)………………. 21
f. Kepala Madrasah sebagai Pencipta Iklim Kerja…………… 21
g. Kepala Madrasah sebagai Wirausahawan…………………. 21
B. Motivasi Berprestasi Kepala Madrasah………………………….. 22
1) Pengertian Motivasi …………………………………………… 22
2) Macam-macam Motivasi………………………………………. 22
C. Kinerja Kepala Madrasah………………………………………….. 23
1. Konsep Kepemimpinan ………………………………………. 24
2. Teori-teori Kepemimpinan ……………………………………. 24
BAB III : HASIL PENELITIAN………………………………………………….. 26
A. Deskripsi Data……………………………………………………… 26
1) Deskripsi Kompetensi Kepala Madrasah (X1)…………………. 26
2) Deskripsi Motivasi Berprestasi Kepala Madrasah (X2)……….. 28
3) Deskripsi Kinerja Kepala Madrasah (Y)………………………. 30
B. Pengujian Persyaratan Analisis……………………………………. 31
1) Pengujian Linieritas…………………………………………….. 31
2) Pengujian Multicolinierity …………………………………….. 32
3) Pengujian Autokorelasi………………………………………… 32
4) Uji Normalitas…………………………………………………. 33
C. Hasil Uji Hipotesis……………………………………………………. 33
1) Uji Koefesien Determinasi…………………………………… 33
2) Uji Simultan antar Variabel………………………………….. 33
3) Pengujian dengan Uji t………………………………………… 34
a. Pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Kepala MI………35
b. Pengaruh Motivasi Berprestasi terhadap Kinerja KMI….. 35
4) Pengujian dengan F…………………………………………… 35
D. Pembahasan……………………………………………………….. 36
1) Kompetensi Kepala Madrasah………………………………… 36
2) Motivasi Berprestasi Kepala Madrasah.…………….…………37
3) Kinerja Kepala Madrasah.……………………………………. 38
BAB IV : PENUTUP……………………………………………………………… 40
A. Simpulan………………………………………………………….. 40
1) Kompetensi terhadap Kinerja Kepala Madrasah…………….. 40
2) Motivasi terhadap Kinerja Kepala Madrasah………………… 41
3) Keterbatasan Penelitian……………………………………….. 41
B. Saran-saran………………………………………………………… 43
1) Untuk Kepala Madrasah……………………………………….. 43
2) Untuk Kementerian Agama (Mapenda)…………….…..…….. 43
3) Untuk Penelitian Lebih Lanjut………………………………… 43
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………… 45

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pemerintah menetapkan visi pendidikan nasional yaitu terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
Visi Pendidikan Nasional selanjutnya dijabarkan dalam misi Pendidikan Nasional, yaitu:
1) Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh kesempatan pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia;
2) Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;
3) Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral;
4) Meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat budaya ilmu pengetahuan, ketrampilan, pengalaman sikap, dan nilai berdasarkan standar yang bersifat nasional dan global;
5) Memberdayakan peran serta masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Untuk itu penulis merasa perlu mengadakan penelitian tentang: “Kompetensi dan Motivasi Berprestasi Kepala Madrasah terhadap Kinerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati pada Tahun 2012”
B. Rumusan Masalah
Pokok permasalahan yang akan diteliti adalah mengenai pengaruh kompetensi kepala madrasah dan motivasi berprestasi kepala madrasah terhadap peningkatan kinerja kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati, maka rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah:
1) Sejauh mana kompetensi kepala madrasah terhadap kinerja kepala madrasah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati?
2) Sejauh mana motivasi berprestasi kepala madrasah terhadap kinerja kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati?
C. Tujuan dan Kegunaan
1. Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah yang dikemukakan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:
a. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh kompetensi kepala sekolah terhadap kinerja kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati.
b. Untuk mengetahui pengaruh motivasi berprestasi kepala madrasah terhadap kinerja kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati.
c. Untuk mengetahui sejauh mana kinerja kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati.
d. Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara kompetensi dan motivasi berprestasi kepala madrasah terhadap kinerja kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati.
2. Kegunaan
a. Dari segi Akademik.
Ingin mengungkap dan mengkaji secara empiris tentang kompetensi dan motivasi berprestasi kepala madrasah mempengaruhi kinerja kepala madrasah itu sendiri, dimana hasil penelitiannya nanti diharapkan dapat berguna, baik dari segi teoritis maupun dari segi praktis.
Untuk itu penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berarti berdasarkan bukti-bukti empiris tentang bagaimana kinerja kepala madrasah dipengaruhi oleh faktor individu yang melatarbelakanginya, dan juga dipengaruhi oleh faktor-faktor kompetensi dan motivasi berprestasi kepala madrasah.
b. Dari segi Praktis.
Penelitian ini nanti diharapkan dapat memberi masukan bagi pihak-pihak yang berwenang sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan dalam mengembangkan kompetensi dan motivasi kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kinerja kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati.

3. Manfaat Penelitian
a. Manfaat Teoretis
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk memperkaya khasanah ilmu pendidikan, khususnya kajian faktor-faktor kompetensi dan motivasi berprestasi dalam hubungannya dengan kinerja kepala madrasah.
b. Manfaat Praktis
Adapun manfaat praktis hasil penelitian ini ditujukan untuk para guru, kepala madrasah, dan para pengambil kebijakan pendidikan dasar.
1) bagi para guru, diharapkan dapat menjadi dorongan dalam rangka mendukung peningkatan kualitas kinerja kepala madrasah dan mutu layanan pendidikan di madrasah ibtidaiyah.
2) bagi para kepala madrasah, dapat dijadikan salah satu rujukan peningkatan kapasitas kepemimpinan dan kemampuan manajerial nya sehingga mampu memanfaatkan sumberdaya pendidikan secara efektif dan efisien.
3) bagi para pengambil kebijakan, hasil penelitian diharapkan dapat dipergunakan sebagai masukan untuk upaya-upaya peningkatkan kinerja kepala sekolah dan mutu pendidikan di madrasah.
D. Kerangka Berfikir
Berdasarkan tinjauan teoretis konseptual di atas, dapat disarikan aspek-aspek penting yang terkandung dalam konsep kinerja berikut ini:
1) Pertama, kinerja adalah kualitas dan kuantitas hasil kerja yang dicapai seseorang atau kelompok orang yang dibebankan kepadanya.
2) Kedua, kinerja identik dengan prestasi kerja, yang didefinisikan sebagai berikut: Suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya, disandarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan dan waktu;
3) Ketiga, kinerja dipengaruhi secara positif oleh motivasi berprestasi, kemampuan, keterampilan dan pengetahuan. Menilai tingkat kinerja seseorang tidak terlepas dari pertimbangan terhadap: (a) kualitas hasil kerja; (b) ketepatan waktu; (c) inisiatif; (d) kemampuan kerja; dan (e) komunikasi.
Untuk lebih ringkasnya, kerangka pikir mengenai hubungan antar variabel penelitian ini, disajikan dalam gambar 1 berikut:

E. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang ada, dapat dirancang hipotesis penelitian sebagai berikut:
1) Adakah pengaruh kompetensi kepala madrasah terhadap kinerja kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa.
2) Adakah pengaruh motivasi berprestasi kepala madrasah terhadap kinerja kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa.
F. Metodologi Penelitian
1. Pendekatan dan Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu suatu pendekatan penelitian yang bekerja dengan angka, datanya berwujud bilangan, yang dianalisis dengan menggunakan statistik untuk menjawab hipotesis penelitian.
2. Populasi dan Sampel Penelitian
a. Populasi
Menurut Arikunto, populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru yang berstatus madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati. Adapun jumlah sampel dalam penelitian adalah 267 responden guru dari 18 madrasah ibtidaiyah yang tersebar pada 18 wilayah desa di Kecamatan Wedarijaksa.
b. Sampel Penelitian
Sampel adalah “sebagian atau wakil populasi yang diharapkan dapat mewakili subjek penelitian/populasi yang akan diteliti”.
Tabel 1 : Populasi dan Sampel Penelitian Kepala Madrasah Ibtidaiyah
di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati
No. Nama Madrasah Jml Populasi Jumlah Sampel Ket
1. MI Bumiayu 15 15 / 277 x 55 3
2. MI Margorejo 16 16 / 277 x 55 3
3. MI Sukoharjo 15 15 / 277 x 55 3
4. MI Tawangharjo 19 19 / 277 x 55 4
5. MI Ngurensiti 16 16 / 277 x 55 3
6. MI Ngurenrejo 14 14 / 277 x 55 3
7. MI Jontro 16 16 / 277 x 55 3
8. MI Panggungroyom 14 14 / 277 x 55 3
9. MI Wedarijaksa 16 16 / 277 x 55 3
10. MI Pagerharjo 15 15 / 277 x 55 3
11. MI Jatimulyo 16 16 / 277 x 55 3
12. MI Jetak 14 14 / 277 x 55 3
13. MI Trangkilan 14 14 / 277 x 55 3
14. MI Bangsalrejo 15 15 / 277 x 55 3
15. MI Kepoh 15 15 / 277 x 55 3
16. MI Tluwuk 15 15 / 277 x 55 3
17. MI Tlogoharum 16 16 / 277 x 55 3
18. MI Suwaduk 15 15 / 277 x 55 3
JUMLAH 267 55

3. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
a. Variabel Penelitian
Penelitian ini terdiri dari tiga variabel yakni dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas adalah kompetensi kepala madrasah (X1) dan motivasi berprestasi kepala madrasah (X2), sedangkan variabel terikat adalah kinerja kepala madrasah (Y).
b. Definisi Operasional
Untuk menghindari salah pengertian dan penafsiran tentang konsep-konsep variabel yang digunakan dalam penelitian ini, maka perlu diberi batasan atau definisi secara operasional sebagai berikut.
1) Kompetensi Kepala Madrasah
Variabel bebas kompetensi kepala madrasah dalam penelitian ini, secara operasional didefinisikan ke dalam dimensi-dimensi kompetensi secara umum yang harus dimiliki dan dikuasai oleh kepala madrasah yang diuraikan dalam lima kompetensi yaitu: (a) kompetensi kepribadian; (b) kompetensi manajerial; (c) kompetensi kewirausahaan; (d) kompetensi supervisi; dan (e) kompetensi sosial.
Indikator dari masing-masing dimensi tersebut diperinci dalam tabel 2 di bawah ini:
Tabel 2 : Indikator Variabel Kompetensi Kepala Madrasah
No. Dimensi dan Indikator – indikator.
1. Kompetensi Kepribadian :
1) Berakhlak mulia dan menjadi teladan akhlak mulia bagi guru-gurunya
2) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala madrasah
3) Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya
4) Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah pekerjaaan sebagai kepala madrasah
5) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin
6) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin
2.
Kompetensi Manajerial :
1) Menyusun perencanaan madrasah
2) Mengembangkan organisasi madrasah sesuai dengan kebutuhan.
3) Mengelola guru dan staff dalam rangka pemberdayagunaan secara optimal.
4) Mengelola sarana dan prasarana madrasah dalam rangka pemberdayagunaan secara optimal.
5) Mengelola hubungan madrasah dan masyarakat.
6) Mengelola peserta didik.
7) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran.
8) Mengelola keuangan madrasah.
9) Mengelola ketata usahaan madrasah.
10) Melakukan monitoring evaluasi dan pelaporan dan kegiatan madrasah.
3. Kompetensi Kewirausahaan :
1) Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan madrasah.
2) Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan madrasah.
3) Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.
4) Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi masalah.
5) Memiliki naluri kewirausahaan.
4. Kompetensi Supervisi :
1) Merencanakan program supervisi akademik.
2) Melaksanakan program supervisi akademik.
3) Menindaklanjuti hasil supervisi akademik.
5. Kompetensi Sosial :
1) Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan madrasah
2) Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan
3) Memiliki kepekaan sosial yang tinggi

2) Motivasi Berprestasi Kepala Madrasah
Definisi opersional motivasi berprestasi kepala madrasah penjabarannya menjadi 3 dimensi kajian, yakni:
b. Kebutuhan untuk mencapai keberhasilan/prestasi (Need for Achievement);
c. Kebutuhan akan interaksi dengan orang lain (Need for Affilation);
d. Kebutuhan untuk mengusai dan mempengaruhi orang lain (Need for power).
Indikator dari masing-masing dimensi tersebut diperinci dalam tabel 3 berikut ini :
Tabel 3: Indikator Variabel Motivasi Berprestasi Kepala Madrasah
No. Dimensi dan Indikator – indikator.
1. Kebutuhan untuk mencapai prestasi (Need for Achievement):
1) Dorongan akan tanggungjawab
2) Berani mengambil resiko
3) Berprestasi yang lebih tinggi
2. Kebutuhan interaksi dengan orang lain (Need for Affilation):
1) Berinteraksi sosial
2) Kerja sama
3) Pengakuan kemampuan
4) Sportivitas dalam bekerja
3. Kebutuhan untuk mengusai orang lain (Need for Power):
1) Pekerjaan yang menantang
2) Keamanan kerja
3) Kebebasan bekerja
4) Kepercayaan lembaga untuk berkarya
5) Penghargaan sesama rekan kerja

3) Kinerja Kepala Madrasah
Definisi opersional kinerja kepala madrasah diuraikan kedalam variabel kinerja kepala madrasah yang terdiri dari 5 dimensi kajian, yakni: (1) kualitas hasil kerja (quality of work); (2) ketepatan waktu (prontness); (3) inisiatif dalam kerja (initiative of work); (4) kemampuan (capability); dan (5) komunikasi (communication). Indikator dari masing-masing dimensi tersebut diperinci dalam tabel 4 berikut ini :
Tabel 4: Indikator Variabel Kinerja Kepala Madrasah
No Dimensi dan Indikator – indikator.
1. Kualitas hasil kerja (Quality of work) :
1) Merencanakan program sekolah dengan cepat
2) Melakukan penilaian hasil kegiatan program madrasah
3) Prestasi Siswa
4) Kepuasan guru
2. Kecepatan (Prontness):
1) Menerapkan hal-hal yang baru dalam pekerjaan
2) Menyesuaikan program madrasah dengan kalender akademik
3) Kehadiran / kepulang
3. Inisiatif dalam kerja (Initiative of work) :
1) Menciptakan hal-hal yang lebih efektif dalam menata administrasi madrasah.
2) Menggunakan berbagai metode dalam mengerjakan pekerjaan madrasah.
3) Selalu berpikir untuk berbuat yang lebih baik
4. Kemampuan kerja (Capability) :
1) Mampu memimpin madrasah
2) Mampu menguasai metode
3) Mengusai landasan pendidikan
5. Komunikasi (Communication) :
1) Melaksanakan layanan bimbingan
2) Mengkomunikasikan kebijakan kemenag kabupaten
3) Menggunakan berbagai teknis dalam mengelola kelas
4) Terbuka dalam menerima masukan untuk perbaikan

4. Instrumen Penelitian
Data penelitian ini dikumpulan dengan menggunakan instrumen berupa angket/kuesioner. Penggunaan angket/kuesioner didasari alasan karena kedudukannya yang tinggi dan kemampuan nya mengungkap potensi yang dimiliki responden serta dilengkapi petunjuk yang seragam bagi responden.
Angket ditujukan kepada responden (guru) untuk memperoleh data yang berkenaan dengan variabel bebas dan variabel terikat.
a. Uji Coba Instrumen
Untuk mengetahui tingkat kesahihan (validitas) dan keandalan (realibilitas) dari butir angket penelitian maka instrumen penelitian terlebih dahulu dilakukan uji coba.
1) Validitas Isi
Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi instrumen dengan analisis rasional (rational judgement) yakni menentukan apakah butir-butir instrumen telah menggambarkan indikator dari variabel yang dimaksudkan.
2) Validitas Konstrak
Validitas Konstrak mengarah sejauhmana instrumen dapat mengukur sifat atau konstrak teoritis. Untuk mengetahui kesahihan konstrak dilakukan dengan teknik analisis kesahihan butir dan uji validitas antar faktor melalui bantuan komputer program SPSS versi 13,00 for window.
3) Reliabilitas
Reliabel artinya: “dapat dipercaya, dapat diandalkan, suatu instrumen menunjuk pada suatu pengertian bahwa instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data”.
Untuk menguji reliabilitas menggunakan bantuan komputer program SPSS Versi 13,00 for windows. Setelah selesai melaksanakan uji validitas butir instrumen, maka dilanjutkan dengan uji reliabilitas instrumen. Butir soal yang diuji reliabilitasnya adalah item soal yang sudah betul-betul valid sehingga item soal yang tidak valid tidak diikutsertakan.
Tabel 5 : Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penelitian
No Variabel Penelitian
hitung r.
tabel Keterangan
1. Kompetensi kepala madrasah (X1) 0,985 0.60 Reliabel
2. Motivasi berprestasi (X2) 0,973 0.60 Reliabel
3. Kinerja kepala madrasah (Y) 0,974 0.60 Reliabel

Berdasarkan rangkuman hasil uji reliabilitas terhadap 3 variabel penelitian di atas, dapat diketahui bahwa untuk kompetensi kepala madrasah hasil α = 0,985; motivasi berprestasi hasil α = 0,975 dan α = 974 untuk kinerja kepala madrasah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati.
b. Teknik Analisis Data
1) Analisis Deskriptip
Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan setiap variabel. Sehingga didapatkan gambaran umum tentang variabel yang menjadi fokus penelitian yaitu: kompetensi kepala madrasah, motivasi berprestasi kepala madrasah dan kinerja kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati.
Agar didapatkan gambaran yang lebih jelas tentang pendapat responden mengenai variabel yang diteliti, peneliti mendiskripsikan data hasil jawaban responden setiap variabel dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Rumus deskriptif = Skor riil x 100 %
Skor ideal
2) Uji Persyaratan
a. Uji Normalitas Data
Uji normalitas data ini digunakan untuk meneliti gejala yang diselidiki mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji normalitas data pada penelitian ini manggunakan “goodress of fit” dari kolmologrov smirnof karena data penelitian berskala ordinal.
b. Uji homogenitas data penelitian
Uji homogenitas ini dilakukan untuk mengetahui kesamaan varian masing-masing variabel bebas (X1 dan X2) terhadap variabel terikat (Y). Untuk menguji homogenitas varian dalam kelompok adalah dengan jalan menemukan harga F max.
c. Uji Linieritas
Uji linieritas dilakukan untuk mengetahui arah dan bentuk hubungan linier tidaknya masing-masing variabel independen (X1 dan X2) terhadap variabel dependen (Y). Pengujian dilakukan dengan analisis regresi sederhana variabel X dengan Y menggunakan text of linierity program SPSS versi 13,00.
d. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui apakah terjadi multikolinieritas (hubungan linier) antara masing-masing variabel bebas. Persamaan regresi dapat digunakan kalau tidak terjadi linier dari masing-masing variabel bebas.
c. Uji Hipotesis
Berdasarkan tujuan penelitian, rumusan masalah, dan hipotesis seperti yang telah dikemukakan pada bab sebelumnnya, maka uji hipotesis dalam penelitian ini akan digunakann analisis regresi sederhana dan ganda menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 13,00.
1) Uji Korelasi Parsial
Korelasi parsial adalah suatu nilai yang memberikan kuatnya pengaruh atau hubungan dua variabel atau lebih yang satu atau bagian variabel konstan atau dikendalikan.
2) Uji Korelasi Ganda
Uji korelasi ganda adalah suatu nilai yang memberikan kuatnya pengaruh atau hubungan dua variabel atau lebih secara bersama-sama dengan variabel lain.
3) Uji Regresi Ganda
Uji regresi ganda adalah alat analisis peramalan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap satu variabel terikat untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsional atau hubungan kausal antara dua variabel bebas atau lebih. yaitu X1 dan X2 secara bersama-sama dengan Y.
Persamaan regresi ganda dirumuskan: Ŷ = a + b1X1 + b2X2
1. Ŷ = a + b X (Regresi linier sederhana)
2. Ŷ = a + b1X1 + b2X2 (Regresi linier Ganda/dua prediktor)
3. Ŷ = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 (Regresi linier tiga prediktor)
Rumus mencari a dan b menggunakan dua persamaan
Σ Y = Na + b Σ X
Σ XY = a ΣX + b Σ X2
b = N (ΣXY) – (ΣX) (ΣX)
N (ΣX2) – (ΣX)2
a = ΣY – b ΣX  – b
N
Untuk mencari nilai Σ x2 dan Σ xy dapat juga dilakukan tanpa mencari Mean dengan menggunakan Rumus :
Σ x2 = Σ X2 – (Σ X)2
N
Untuk menghitung nilai konstanta a, b1, dan b2, dapat digunakan tiga buah persamaan yaitu :
1.  Y = Na + b1 X1 + b2 X2
2. X1Y = a X1 + b1 X12 + b2 X1X2
3.  X2Y = a X2 + b1 X1X2 + b2 X22
n. Σ x1 y1 – (Σ x1) (Σ y1)
n. Σ x1 2 – (Σ x1)2 n. Σ y1 2 – (Σ y1)2

Uji signifikansi :
th = r (N – 2)
( 1 – r )
G. Sistimatika Pembahasan
Sistimatika penyusunan tesis ini dibagi dalam dua katagori besar:
1. Bagian Awal
2. Bagian Isi
Bagian ini merupakan isi tesis yang terdiri dari 4 bab, yaitu:
Bab I : Pendahuluan, bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, hipotesis penelitian, metode penelitian dan sistematika pembahasan.
Bab II : Kajian Teori, dalam bab ini diterangkan tentang teori-teori mengenai kompetensi, motivasi berprestasi dan kinerja kepala madrasah:
Bab III : Hasil Penelitian, dalam bab ini diterangkan tentang pengolahan data mentah dengan mempergunakan statistik deskriptif yang merupakan gambaran dari masing-masing variabel dalam penelitian ini.
Bab IV : Penutup, bab ini terdiri dari simpulan, saran, kata penutup. Bagian akhir dari penelitian ini adalah daftar pustaka, lampiran-lampiran, dan daftar riwayat pendidikan.

BAB II
KAJIAN TEORI
A. Kompetensi Kepala Madrasah
1. Pengertian Kompetensi
Menurut Purwadarminta dalam kamus umum Bahasa Indonesia, “kompetensi adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal”.
Kompetensi yang ada dalam Bahasa Inggris adalah competency atau competence merupakan kata benda.
Menurut William D. Powell dalam aplikasi Linguist Version 1.0 diartikan: (a) kecakapan, kemampuan, kompetensi. (b) wewenang, kata sifat dari competence adalah competent yang berarti cakap, mampu, dan tangkas”.
2. Kepala Madrasah
a. Pengertian Kepala Madrasah
Pemimpin merupakan salah satu unsur penting dalam sebuah organisasi. Maju mundurnya sebuah organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin dalam mengelola organisasinya. Demikian juga dalam organisasi pendidikan, pemimpinnya disebut sebagai kepala madrasah.
Kepala madrasah adalah seseorang yang diberi tugas untuk memimpin suatu madrasah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.

b. Tugas Kepala Madrasah
Madrasah sebagai lembaga pendidikan formal mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam pembentukan sikap dasar peserta didik. Karena itu di madrasah perlu diciptakan iklim lingkungan pendidikan yang menyenangkan dan tertib. Terciptanya kondisi semacam itu sangat tergantung kepada kemampuan kepala madrasah dalam menjalankan tugas yang menjadi tanggungjawabnya.
3. Kompetensi Kepala Madrasah
Seseorang dinyatakan kompeten di bidang tertentu jika menguasai kecakapan bekerja sebagai suatu keahlian selaras dengan bidangnya. Kepala madrasah dalam mengelola satuan pendidikan disyaratkan menguasai ketrampilan dan kompetensi tertentu yang dapat mendukung pelaksanaan tugasnya. Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Kewirausahaan, Kompetensi Supervisi , Kompetensi Sosial
4. Peran Kepala Madrasah
a. Kepala Madrasah sebagai Edukator
Agar proses pendidikan dapat berjalan efektif dan efisien, guru dituntut memiliki kompetensi yang memadai, baik dari segi jenis maupun isinya. Namun, jika kita selami lebih dalam lagi tentang isi yang terkandung dari setiap jenis kompetensi, sebagaimana disampaikan oleh para ahli maupun dalam perspektif kebijakan pemerintah, kiranya untuk menjadi guru yang kompeten bukan sesuatu yang sederhana, untuk mewujudkan dan meningkatkan kompetensi guru diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dan komprehensif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui optimalisasi peran kepala madrasah.
b. Kepala Madrasah sebagai Manajer
Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala madrasah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru.
c. Kepala Madrasah sebagai Administrator
Khususnya berkenaan dengan pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari faktor biaya. Seberapa besar madrasah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala madrasah seyogyanya dapat mengalokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru.
d. Kepala Madrasah sebagai Supervisor
Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala madrasah perlu melaksanakan kegiatan supervisi, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
e. Kepala Madrasah sebagai Leader
Dalam teori kepemimpinan setidaknya kita mengenal dua gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru, seorang kepala madrasah dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara tepat dan fleksibel, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada.
f. Kepala Madrasah sebagai Pencipta Iklim Kerja
Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotivasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul, yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya.
g. Kepala Madrasah sebagai Wirausahawan
Dalam menerapkan prinsip-prinsip kewirausaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru, maka kepala madrasah seyogyanya dapat menciptakan pembaharuan, keunggulan komparatif, serta memanfaatkan berbagai peluang. Kepala madrasah dengan sikap kewirauhasaan yang kuat akan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di madrasahnya, termasuk perubahan dalam hal-hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa beserta kompetensi gurunya.
B. Motivasi Berprestasi Kepala Madrasah
1) Pengertian Motivasi
Kata motivasi secara etimologi berasal dari kata “motive” yang berarti alasan, bergerak, membuat alasan, menggerakkan”.
Muhibbin Syah menjelaskan bahwa: “pengertian dasar motivasi adalah: “keadaan internal organisme (baik manusia ataupun hewan) yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu dalam perkembangan selanjutnya”.
Menurut Dr. Mustafa Fahmi motivasi adalah :
اَمَّامِنْ ناَحِيَةِ اْلمَعْنَى السِيْكَوْلُوْجِى فَكِلْمَةُ (دَافِعٌ) اِصْطِلاَحٌ يُطْلَقُ فَقَطْ عَلَى اْلبَوَاعِثِ اَلذَّاتِيَةِ أَوِاْلبَاطِنِيَةِ وَالدَّوَافِعُ بِهَذَاالْمَعْنىَ الْخَاصِ عِبَارَةٌ عَنْ قُوَّةٍ دَاخِلِيَّةٍ مُوَجَّهَةٍ وَيُقْصَدُ بِذَالِكَ أَنَّهُ يَنْشَاءُ دَاخِلَ اْلفَدِّ.
Artinya : “Dalam psikologi, motivasi adalah salah satu istilah yang digunakan untuk mendorong, baik dorongan yang bersifat fisik maupun psikis, motivasi dalam arti khusus merupakan ungkapan kekuatan dalam (psikis) yang tampak, maksudnya motivasi tersebut tumbuh dalam pribadi seseorang”.

2) Macam-macam Motivasi
Secara umum motivasi dapat dibagi atas dua macam yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik.
a. Motivasi intrinsik adalah bentuk motivasi yang di dalam aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan suatu dorongan yang secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar itu.
Sebagaimana diungkapkan pula oleh Dr. Mustafa Fahmi :
اِنَّ الدَّفْعَ يُوْصَفُ بِاَنَّهُ ذَاتِيٌ حِيْنَ مَا تَكُوْنُ مَظَاهِرُالنَّشَاطِ اَلَّتِى يَحْدِثُهَا مَقْصُوْدَةٌ ِ فى ذَاتِهَا وَلَيْسَتْ مَجْرَوَسِيْلَةٍ
Artinya: Sesungguhnya motivasi itu disebut motivasi intrinsik, karena sumber munculnya semangat (dorongan) yang menimbulkan motivasi tersebut berasal dari dalam, tanpa perantara (alat).
b. Motivasi ekstrinsik adalah bentuk motivasi yang di dalam aktivitas belajar dimulai dan diteruskan, berdasarkan kebutuhan dan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar sendiri”.
Adapun faktor-faktor motivasi disajikan dalam gambar: 5.

1)

C. Kinerja Kepala Madrasah
Pengertian kinerja sebagaimana yang tercantum dalam kamus besar Bahasa Indonesia yang ditulis oleh Poerwadarminta bahwa: “kerja diartikan sebagai suatu yang telah dicapai, prestasi yang diperlihatkan atau kemampuan kerja”.
Sesuai dengan firman Allah SWT, dalam Surat Al Taubah ayat: 105.
ﻭﻘﻞ ﺍﻋﻤﻟﻭﺍﻓﺴﻴﺮﻯ ﺍﻟﻟﻪ ﻋﻤﻟﻜﻢ ﻭﺮﺴﻭﻟﻪ ﻭﺍﻟﻤﯝ ﻤﻨﻭﻦ ﻭﺴﺗﺮﺪﻭﻦ ﺇﻟﻰﻋﻟﻢ ﺍﻠﻐﻴﺐ ﻭﺍﻟﺸﻬﺪﺓ ﻓﻴﻨﺑﺌﻜﻡ ﺑﻤﺎ ﻜﻨﺘﻡ ﺗﻌﻤﻟﻮﻦ( ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ : ۱۰۵)
Artinya: Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. At Taubah: 105)
1) Konsep Kepemimpinan
Kepemimpinan seseorang berperan sebagai praktek dalam proses kerja sama antara manusia dalam organisasi termasuk madrasah. Kepemimpinan menjadikan suatu organisasi dapat bergerak secara terarah dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pemimpin adalah orang yang bertanggungjawab dan membimbing, mengarahkan kinerja serta aktivitas, para pengikut merupakan orang yang melaksanakan suatu kegiatan dengan pengarahan dan bimbingan dari seorang pemimpin. Konteks adalah situasi baik formal maupun informal, sosial atau pekerjaan, dinamis atau statis, khusus atau rutin yang melingkupi hubungan antara pemimpin dengan pengikut.
2) Teori-teori Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan energi mempengaruhi dan memberikan arah yang terkandung di dalam diri pribadi pemimpin. Kepemimpinan juga merupakan energi yang dapat menggerakkan, menuntun dan menjaga aktivitas orang, sehingga tujuan organisasi dapat dicapai.
Allah berfirman dalam surat At taubah ayat 71:
ﻮﺍﻟﻤﺅﻤﻨﻮﻦ ﻮﺍﻟﻤﺅﻤﻨﺖ ﺑﻌﻀﻬﻡ ﺃﻮﻟﻴﺎﺀ ﺑﻌﺾ ﻴﺄﻤﺭﻮﻦ ﺑﺎﻟﻤﻌﺭﻮﻑ ﻮﻴﻨﻬﻮﻦﻋﻦﺍﻟﻤﻨﻜﺭﻮﻴﻘﻴﻤﻮﻦ ﺍﻟﺼﻟﻭﺓ ﻮﻴﺆﺘﻮﻦ ﺍﻟﺯﻜﻭﺓ ﻮﻴﻄﻴﻌﻭﻦ ﺍﻟﻟﻪ ﻮﺮﺴﻭﻟﻪ ﺃﻮﻟﺌﻚ ﺴﻴﺮﺤﻤﻬﻡ ﺍﻟﻟﻪ ﺇﻦﺍﻟﻟﻪﻋﺰﻴﺰﺤﻜﻴﻡ ( ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ : ۱۷ )
Artinya: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. At-taubah: 71)

BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Secara sistematis, pembahasan hasil penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut:
A. Deskripsi Data
1) Deskripsi Kompetensi Kepala Madrasah (X1)
Kompetensi terdiri dari lima subvariabel, yaitu: (1) kompetensi kepribadian, (2) kompetensi manajerial, (3) kompetensi kewirausahaan, (4) kompetensi supervisi (5) kompetensi sosial yang diungkap melalui 75 butir pertanyaan dengan 4 alternatif jawaban dari 27 indikator.
Berdasarkan alternatif jawaban tersebut diperoleh skor ideal maksimal (4×75=300) dan skor minimal (1×75=75) sehingga skor idealnya 75 s.d. 300. Dari hasil jawaban responden yang diperoleh nilai rata-rata Kompetensi kepala madrasah sebesar 247,84 dengan standar deviasi sebesar 35,775 dan rentang skornya 158 s.d. 295.
Tabel 6 : Persentase Kriteria Variabel Kompetensi Kepala Madrasah
Kriteria Kompetensi
Kepala Madrasah Rentang Skor F %
Sangat Tinggi 245 – 300 35 63,64 %
Tinggi 188 – 244 15 27,27 %
Sedang 131 – 186 5 9,09 %
Rendah 75 – 130 0 0,00 %
Total 55 100 %

Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa sebanyak 35 responden (63,64%) menyatakan bahwa kompetensi kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati sangat tinggi dan sebanyak 15 responden (27,27%) memberikan respon jawaban pada kriteria tinggi. Sementara itu ada 5 responden (9,09%) yang berpendapat bahwa kompetensi kepala madrasah termasuk kategori sedang dan bahkan tidak ada satupun responden yang berpendapat bahwa kompetensi kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati pada katagori rendah (0,0%).
Hal itu didukung dengan banyaknya responden yang memberikan jawaban sesuai dengan kenyataan dari pernyataan-pernyataan yang diajukan kepada mereka. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 6 dan gambar 7 berikut ini :

Gambar 6 : Rentang Skor dan Rata-rata Kompetensi Kepala Madrasah
Tabel 7 : Kriteria Sub Variabel Kompetensi Kepala MI
di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati
Sub Varaiabel Rentang skor Jumlah
Skor Rata
Rata Kriteria
Kompetensi Kepribadian 163 – 217 3.407 189,28 Sangat tinggi
Kompetensi Manajerial 142 – 209 5.351 178,36 Sangat tinggi
Kompetensi kewirausahaan 163 – 197 2.449 188,38 Sangat tinggi
Kompetensi Supervisi 154 – 192 1.154 164,85 Tinggi
Kompetensi Sosial 156 – 187 1.196 170,85 Tinggi

Berdasarkan tabel tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa sub variabel kompetensi kepribadian yang terdiri dari 6 indikator dengan 18 item pernyataan (nomor: 1-18) diperoleh skor riil sebesar 3.407 dengan skore rata -rata 189,28 (kategori sangat tinggi).
2) Deskripsi Motivasi Berprestasi Kepala Madrasah (X2)
Motivasi berprestasi kepala madrasah terdiri atas tiga sub variabel, yaitu: (1) need for achievement (kebutuhan untuk berprestasi); (2) need for affilation (kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain); dan (3) need for power (kebutuhan untuk mengusai orang lain) yang diungkap melalui 35 butir angket dengan 4 alternatif jawaban sehingga didapatkan skor ideal maksimal (4×35= 140) dan skor minimal (1×35= 35), rentang skor ideal 35 s.d 140. Dari hasil jawaban resonden didapatkan rentang skor 84 s.d 138 dengan nilai rata-rata sebesar 117,58 dan standar deviasinya sebesar 13.410.
Tabel 8 : Persentase Kriteria Motivasi Berprestasi Kepala MI
di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati
Kriteria Motivasi Berprestasi Rentang Skor F %
Sangat Tinggi 113 – 140 36 65,45 %
Tinggi 87 – 112 18 32,73 %
Sedang 61 – 86 1 1,82 %
Rendah 35 – 60 0 0,00 %
Total 55 100 %

Tampak dari tabel di atas, bahwa sebanyak 36 responden (64,45%) responden menyatakan bahwa motivasi kepala madrasah memiliki skor sangat tinggi dan sebanyak 18 responden (32,73%) berpendapat motivasi berprestasi kepala madrasah tinggi dan hanya 1 responden yang menyatakan bahwa motivasi berprestasi kepala madrasah pada katagori sedang (1,82%), akan tetapi tidak ada satupun guru yang berpendapat bahwa motivasi berprestasi kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati rendah (0,00%).

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 8 dan gambar 9 berikut ini:

Gambar 8 : Rentang Skor dan Rata-rata Motivasi Berprestasi Kepala MI
Tabel 9 : Kriteria Sub Variabel Motivasi Berprestasi Kepala MI
di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati
Sub varaiabel Rentang skor Jumlah
Skor riil Rata-rata Kriteria
Need for achievement 147 – 213 1.679 186,55 Sangat tinggi
Need for affilation 145 – 215 2.172 181,00 Sangat tinggi
Need for power 166 – 209 2.616 186,86 Sangat tinggi
Berdasarkan tabel tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa : untuk sub variabel need for achievement (kebutuhan untuk berprestasi) yang terdiri dari 3 indikator dengan 9 pernyataan soal (nomor: 1-9) diperoleh skor sebesar 1.679 dengan skor rata-rata 186,56 (kategori sangat tinggi); untuk sub variabel need for affilation (kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain) yang terdiri dari 4 indikator dengan 12 pernyataan soal (nomor : 10-21) diperoleh skor sebesar 2.172 dengan skor rata-rata 181,00 (kategori sangat sedang); untuk sub variabel dan need for power (kebutuhan untuk mengusai orang lain) terdiri 5 indikator dengan 14 pernyataan soal (nomor: 22-35) diperoleh skor sebesar 2.616 dengan skor rata-rata 186,86 (katagori sangat tinggi).
3) Deskripsi Kinerja Kepala Madrasah (Y)
Kinerja kepala madrasah terdiri dari 5 subvariabel, yaitu: (1) kualitas hasil kerja (quality of work); (2) ketepatan dan kecepatan menyelesaikan pekerjaan (proptness); (3) inisiatif dalam kerja (initiative of work); (4) kemampuan dalam bekerja (capability); dan (5) kemampuan komunikasi (comunication) diungkap melalui 40 butir pernyataan dengan 4 alternatif jawaban, diperoleh skor ideal maksimal (4×40=160) dan skor minimal (1×40=40).
Tabel 10: Persentase Kriteria Kinerja Kepala MI
di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati
Kriteria Kinerja Kepala Madrasah Rentang Skor F %
Sangat Tinggi 130 – 160 28 50,91 %
Tinggi 100 – 129 22 40,00 %
Sedang 70 – 99 5 9,09 %
Rendah 40 – 69 0 0,0 %
Total 55 100 %

Tampak dari tabel di atas, bahwa sebanyak 28 responden (50,91%) responden menyatakan bahwa kinerja kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati adalah sangat tinggi dan 22 (40,00%) responden memberikan jawaban berdasarkan persepsinya pada kriteria tinggi yang didukung oleh banyaknya jawaban responden sesuai dengan kenyataan dari pernyataan-pernyataan yang diajukan melalui angket. Selebihnya sebanyak 11 orang guru (5,1%) responden memberikan jawaban angket tentang kinerja kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati termasuk kategori sedang.

Gambar 10 : Rentang Skor dan Rata-rata Kinerja Kepala MI

Tabel 11: Kriteria Sub Variabel Kinerja Kepala MI
di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati
Sub Variabel Rentang
Skor Jumlah
Skor Rata-rata Kriteria
Kualitas Hasil Kerja 167 – 204 1992 181,10 Sangat tinggi
Ketepatan Bekerja 147 – 201 1228 175,43 Sangat Tinggi
Inisiatif Kerja 150 – 193 958 159,67 Tinggi
Kemampuan Bekerja 149 – 203 1488 186,00 Sangat Tinggi
Komunikasi 139 – 209 1389 173,63 Sangat Tinggi

B. Pengujian Persyaratan Analisis
Karakter data penelitian akan menentukan teknik analisis data yang akan digunakan untuk membuktikan atau menguji hipoteis. Oleh karena itu sebelum pelaksanaan analisis data yang akan menguji hipotesis dilakukan pemeriksaan atau pengujian terhadap data itu.
Pengujian persyaratan analisis data yang digunakan adalah uji normalitas dan uji linieritas.
Uraian berikut ini menjelaskan hasil-hasil pengujian tersebut.
1) Pengujian Linieritas
Yang dimaksud pengujian linieritas adalah untuk melihat arah hubungan antara variabel kompetensi kepala madrasah dengan variabel kinerja kepala madrasah dan variabel motivasi berprestasi (X1) dengan variabel kinerja kepala madrasah (Y) yang dijelaskan melalui tabel 12.
Tabel 12 : Rangkuman Uji Linearitas Variabel X1 terhadap Y ANOVA
Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
Regression 10331,351 1 10331,351 63,232 0,000
Residual 8659,558 53 163,388
Total 18990,909 54
The independent variable is X1.

Tabel 13 : Rangkuman Uji Linearitas Variabel X2 terhadap Y ANOVA(b)
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 9474,624 1 9474,624 52,768 0,000(a)
Residual 9516,285 53 179,553
Total 18990,909 54
a Predictors: (Constant), X2
b Dependent Variable: Y
2) Uji Multicollinearity
Uji multicollinearity bertujuan untuk mendeteksi dan mengobati apakah model regresi ditemukan ada korelasi antar variabel independen atau tidak. Jika terjadi korelasi antara variabel independen maka uji kausalitas dalam regresi linier berganda menjadi terganggu.
Tabel 14 : Hasil Uji Multiocollinearity dan Partial Test
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 32,451 12,173 2,666 0,010
Kompetensi 0,387 0,049 0,738 7,952 0,000 .356 2.806
Motivasi 0,988 0,136 0,706 7,264 0,000 .411 2.433
Sumber: Data Primer Diolah
3) Uji Autokorelasi
Asumsi klasik selanjutnya adalah autokorelasi. Uji ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah model ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Adapun hasil pengujian autokorelasi ditunjukkan dalam tabel 15 berikut ini:
Tabel 15 : Koefisien Determinasi dan Durbin Watson
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
1 .765(a) .589 .570 2.782 2.277
Sumber: Data Primer Diolah

4) Uji Normalitas
Uji normalitas data menggunakan Uji Kolmologorov-Smirnov dengan hasil sebagaimana disajikan pada tabel 16 berikut ini :
Tabel 16 : Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Y X1 X2
N
Normal Parameters a,b

Most Extreme
Differences
Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp.Sig. (2-tailed)
Mean
Std. Deviation
Absolute
Positive
Negative
55
128,27
18,753
0,095
0,063
-0,095
0,701
0,709 55
247,84
35,775
0,137
0,094
-0,137
1,017
0,252 55
117,58
13,410
0,135
0,074
-0,135
1,003
0,267

1) Uji Koefisien Determinasi
Satu tujuan dalam pengujian regresi linier berganda adalah memberikan output tentang kekuatan menjelaskan variabel independen terhadap variabel dependen, yang mana, hal itu dapat dilihat dari output koefisien determinasi. Koefisien determinasi digunakan untuk melihat kemampuan variabel independen (kompetensi kepala madrasah dan motivasi berprestasi kepala madrasah) menjelaskan variabel dependen (kinerja kepala madrasah). Koefisien determinasi memiliki range nilai antara 0-1.
2) Uji Simultan antar Variabel
Hasil pengujian regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS sebagaimana dalam tabel 17 berikut ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel independen (kompetensi kepala madrasah dan motivasi berprestasi) terhadap (kinerja kepala madrasah). Untuk memberikan gambaran secara lebih rinci dijelas dalama tabel berikut ini.
Tabel 17 : Hasil Uji Simultan
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 10331,351 1 10331,351 63,232 .000(a)
Residual 8659,558 53 163,388
Total 18990,909 54
Sumber: Data Primer Diolah
Tabel 17 tersebut diatas menunjukkan bahwa output statistik dengan bantuan program SPSS menghasilkan nilai F hitung sebesar 63,232 dengan nilai p value (sig.) sebesar 0.000 yang berada dibawah alpha 5% (0.05). Hal itu berarti bahwa terdapat pengaruh signifikan secara simultan (bersama-sama) antara variabel independen (kompetensi kepala madrasah dan motivasi berprestasi) terhadap variabel dependen (kinerja kepala madrasah).
3) Pengujian dengan Uji – t
Untuk menguji tingkat signifikansi dari koefisien regresi parsial secara sendiri digunakan uji-t. Nilai t tabel dua sisi dengan menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dan dk = 52 (n-3) diperoleh nilai sbesar 2,01 seperti terlihat pada tabel. Maka thitung dari kedua variabel independen diperoleh hasil seperti pada tabel 18:
Tabel 18 : Hasil Pengujian Tingkat Signifikansi
Koefisien Regresi Parsial
Variabel thitung Ttabel Keterangan
X1 3,296 2,01 H0 ditolak
X2 2,282 2,01 H0 ditolak

Berdasarkan hasil pengujian tingkat signifikansi koefisien regresi parsial tersebut di atas, dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
a) Pengaruh Kompetensi Kepala Madrasah terhadap Kinerja Kepala Madrasah.
Setelah melakukan penelitian dan pengujian variabel kompetensi kepala madrasah terhadap kinerja kepala madrasah maka didapatkan hasil sebagai berikut: bahwa besarnya nilai thitung untuk variabel kompetensi kepala madrasah sebesar 3,296 sedangkan ttabel sama dengan 2,01 maka thitung (3,296) > t tabel (2,01) terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepala madrasah terhadap kinerja kepala madrasah. Lihat tabel 18.
b) Pengaruh Motivasi Berprestasi Terhadap Kinerja Kepala Madrasah.
Setelah melakukan penelitian dan pengujian variabel motivasi berprestasi kepala madrasah terhadap kinerja kepala madrasah maka didapatkan hasil sebagai berikut: bahwa besarnya nilai thitung untuk variabel motivasi berprestasi terhadaap kinerja kepala madrasah sebesar 2,282 sedangkan ttabel sama dengan 2,01 maka thitung (2,282) > ttabel (2,01) berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi berprestasi terhadap kinerja kepala madrasah.
4) Pengujian dengan Uji-F
Uji-F adalah untuk menguji hasil perhitungan dari koefisien regresi parsial secara bersama. Hasil perhitungan dengan bantuan program SPSS 13,00 dapat dilihat hasil pada tabel 19 berkut ini:
Tabel 19 : Anova untuk Uji Koefesien Regresi Parsial Berganda ANOVA(b)
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 11119,337 2 5559,669 36,727 0,000(a)
Residual 7871,572 52 151,376
Total 18990,909 54
a Predictors: (Constant), X2, X1
b Dependent Variable: Y
Berdasarkan data tersebut di atas dijumpai besarnya nilai Ftabel pada tingkat signifikansi 0,05 dengan dk untuk pembilang 2 (k) dan dk untuk penyebut adalah 52 (n-k-1) adalah sebesar 3,18.
Berdasarkan uji perhitungan diketahui bahwa Fhitung = 36,727 (p < 0,05) adalah lebih besar dari nilai Ftabel 3,18.dengan demikian dikatakann bahwa antara kedua variabel independen (kompetensi kepala madrasah dan motivasi berprestasi) terhadap variabel dependen (kinerja kepala madrasah) secara bersama-sama terdapat pengaruh yang signifikan.
C. Pembahasan
1) Kompetensi Kepala Madrasah
Berdasarkan hasil analisis diskripsi dalam penelitian ini sesuai dengan tanggapan responden yang diberikan melalui jawaban angket penelitian dapat penulis simpulkan bahwa kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati memiliki kompetensi yang sangat tinggi.
Sementara dari hasil penelitian, tidak ada satupun kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati yang memiliki kompetensi rendah, bahkan hanya lima responden yang memberikan penilaian terhadap kepala sekolah memiliki motivasi sedang dan sebagian besar mereka memiliki motivasi tinggi dan sangat tinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa responden dalam memberikan jawaban atas pertanyaan tentang kompetensi kepala madrasahnya tidak sesuai dengan kenyataan atau tidak obyektif, karena ada beberapa kemungkinan alasan.
1) Pertama, mereka khawatir tidak dijamin kerahasiaannya;
2) Kedua, tidak mau menjatuhkan nama baik kepala madrasahnya dan kemungkinan;
3) ketiga, merasa khawatir berdampak negatif terhadap dirinya manakala instrumen dijawab dengan sejujur-jujurnya.

2) Motivasi Berprestasi Kepala Madrasah
Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat penulis simpulkan bahwa motivasi berprestasi kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan jawaban secara umum responden menyatakan bahwa motivasi berprestasi kepala madrasah ibtidaiyah tinggi dan sangat tinggi dan hanya ada satu responden yang menyatakan sedang. Sementara tidak ada satupun responden yang menyatakan motivasi berprestasi kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati rendah.
Sedangkan rata-rata skor motivasi berprestasi kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati memiliki motivasi berprestasi sangat tinggi. Hal ini didukung dari perolehan skor masing masing sub variabel motivasi berprestasi kepala madrasah ibtidaiyah.
Sementara dari hasil penelitian, tidak ada satupun kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati yang memiliki motivasi berprestasi rendah, bahkan hanya satu responden yang memberikan penilaian terhadap kepala madrasah memiliki motivasi berprestasi sedang dan sebagian besar mereka memiliki motivasi tinggi dan sangat tinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa responden dalam memberikan jawaban atas pertanyaan tentang motivasi berprestasi kepala madrasahnya tidak sesuai dengan kenyataan atau tidak obyektif, karena ada beberapa kemungkinan alasan:
1) Pertama, mereka khawatir hasil jawaban instrumen tidak dijamin kerahasiaannya;
2) Kedua, tidak mau menjatuhkan nama baik kepala madrasahnya;
3) ketiga, merasa khawatir berdampak negatif terhadap dirinya manakala instrumen dijawab dengan sejujur-jujurnya.
3) Kinerja Kepala Madrasah
Berdasarkan tanggapan responden yang diberikan melalui jawaban angket penelitian dapat penulis simpulkan bahwa kinerja kepala madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati tinggi. Hal ini berdasarkan jawaban secara umum menyatakan bahwa kompetensi kepala madrasah ibtidaiyah sangat tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data tentang kinerja kepala madrasah dapat disimpulkan bahwa kinerja kepala madrasah ibtidaiyah di wilayah Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati sangat tinggi.
Dengan temuan yang cukup membanggakan tersebut di atas, diharapkan mutu pendidikan di sekolah akan meningkat. Hal ini karena peningkatan mutu pendidikan di madrasah sangat dipengaruhi oleh kinerja kepala madrasah.
Hal ini menunjukkan bahwa responden dalam memberikan jawaban atas pertanyaan tentang kinerja kepala madrasahnya tidak sesuai dengan kenyataan atau tidak obyektif karena ada beberapa kemungkinan alasan:
1) Pertama, mereka takut tidak dijamin kerahasiaannya;
2) Kedua, tidak mau menjatuhkan nama baik kepala madrasahnya;
3) ketiga, merasa takut berdampak negatif terhadap dirinya manakala instrumen dijawab dengan sejujur-jujurnya.
BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kepala madrasah ibtidaiyah dengan fokus pada kompetensi kepala madrasah dan motivasi kepala madrasah, yang mengambil lokasi di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati.
1. Kompetensi terhadap Kinerja Kepala Madrasah
Penafsiran terhadap hasil penelitian yang berkaitan kompetensi kepala madrasah (X1) terhadap kinerja kepala madrasah (Y) digunakan koefisien korelasi parsial atau tingkat derajat pengaruh yang dihasilkan.
Berdasarkan analisis data menunjukkan terdapat pengaruh positif variabel kompetensi kepala madrasah (X1) terhadap kinerja kepala madrasah (Y). Hal ini menunjukkan bahwa jika kompetensi kepala madrasah bagus maka kinerja kepala madrasah juga akan meningkat. Sebaliknya jika kompetensi kepala madrasah rendah maka kinerja kepala madrasah juga menurun.
Dengan demikian, maka dapat diartikan bahwa tuntutan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kepala madrasah. Dan hipotesis yang yang diajukan “Ada pengaruh kompetensi kepala madrasah terhadap kinerja kepala madrasah” telah terbukti kebenarannya.
2. Motivasi Berprestasi terhadap Kinerja Kepala Madrasah
Penafsiran terhadap hasil penelitian yang berkait dengan motivasi berprestasi (X2) terhadap kinerja kepala madrasah (Y) digunakan koefisien korelasi parsial atau tingkat derajat pengaruh yang dihasilkan.
Berdasarkan analisis data menunjukkan terdapat pengaruh positif variabel motivasi berprestasi kepala madrasah (X2) terhadap kinerja kepala madrasah (Y). Hal ini menunjukkan bahwa jika motivasi berprestasi kepala madrasah tinggi maka kinerja kepala madrasah juga akan tinggi. Sebaliknya jika motivasi berprestasi kepala madrasah rendah maka kinerja kepala madrasah juga rendah.
Dengan demikian, maka dapat diartikan bahwa tuntutan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kepala madrasah. Dan hipotesis yang diajukan “Ada pengaruh motivasi berprestasi kepala madrasah terhadap kinerja kepala madrasah” telah terbukti kebenarannya.
3. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini bersifat studi kasus dengan data kuantitatif dengan demikian diharapkan dapat memberikan jawaban yang terkait dengan tujuan penelitian. Rancangan penelitian yang telah disiapkan dengan baik yang terungkap dengan kesahihan internal maupun eksternal yang dilakukan secara eksak dengan kontrol statistik yang kuat, namun tetap ada keterbatasan.
Oleh karena itu penulis tetap memperhatikan dan menyadari hal tersebut agar tidak terjadi kekeliruan dalam penggunaan hasil penelitian ini.
Ada beberapa kelemahan dan keterbatasan dalam pelaksanaan penelitian ini yang tidak dapat dihindari antara lain sebagai berikut:
a) Banyak responden yang belum begitu jelas sehingga mereka meminta penjelasan tentang tujuan dan konsekuensi dari jawaban yang diberikan. Banyak yang ragu-ragu untuk memberikan jawaban yang jujur dan obyektif karena takut ada konsekuensi yang merugikan dirinya.
b) Dalam memberikan jawaban, sangat mungkin terjadi ketidakjujuran, tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan bisa terjadi jawaban hanya ikut-ikutan teman guru lainnya.
c) Variabel-variabel yang terkait hanya sebagian kecil dari berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja kepala madrasah.
d) Tinggi rendahnya variabel kompetensi dan motivasi berprestasi kepala madrasah terhadap kinerja kepala madrasah hanya berdasar tanggapan atau persepsi guru tanpa menggali informasi langsung dari kepala madrasah yang bersangkutan sebagai obyek penelitian. Khususnya untuk variabel motivasi yang sangat bersifat psikologis.
e) Intrumen penelitian hanya diberikan kepada beberapa guru yang menjadi sampel, tidak semua guru artinya tidak mewakili keseluruhan penilaian guru terhadap kepala madrasahnya sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan.
B. Saran-Saran
Berdasarkan hasil penelitian, simpulan sebagaimana dikemukakan terdahulu, maka berikut ini akan dikemukakan beberapa saran-saran sebagai berikut:
1. Untuk Kepala Madrasah
Kepala madrasah perlu mengembangkan kegiatan yang dapat mendorong pada peningkatan kompetensi/kemampuannya baik yang langsung terkait dengan proses pembelajaran, maupun yang kompetensi lain yang dapat menunjang pada peningkatan kualitas pembelajaran sebagai bagian dari pengembangan profesional kepala madrasah;
2. Untuk Pejabat Terkait.
Perlu upaya/kebijakan yang dapat memperkuat manajemen madrasah agar posisi kepala madrasah menjadi suatu profesi tersendiri, bukan hanya sekedar guru yang diberi tugas tambahan. Dengan kepala madrasah menjadi profesi yang khusus, maka rekrutmen kepala madrasah akan lebih menitikberatkan pada kompetensi/kemampuan manajerial dan kepemimpinan, serta pengembangan profesinya akan lebih mengacu pada penguatan menajemen dan kepemimpinan pendidikan kepala madrasah;
3. Untuk Penelitian Lebih Lanjut.
Perlu peningkatan lebih jauh dan mendalam tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja kepala madrasah dengan pendekatan yang berbeda, misalnya pendekatan kualitatif, agar dapat diketahui secara lebih cermat dan mendalam tentang faktor penentu dari kinerja kepala madrasah.
Dan untuk pendekatan yang sama, yakni kuantitatif, pengukuran variabel secara substantif bukan didasarkan persepsi atas suatu kondisi, perlu dikembangkan untuk memperoleh gambaran dan pemahaman yang lebih akurat.

DAFTAR PUSTAKA
Abdulhak, Ishak. 1996. Metodologi Pembelajaran pada Pendidikan Orang Dewasa, Bandung: Cipta Intelektual.

Abin Syamsuddin Makmun, Psikologi Kependidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002,

Ahmad Sanusi, 1991. Studi Pengembangan Model Pendidikan Profesional Tenaga Kependidikan. Bandung: IKIP Bandung.

Arif, Z. 1976. Seri Manajemen Pendidikan, Pedoman Baru Menyusun Bahan Belajar. Jakarta: Grasindo,

B. Uno, Hamzah. 2007. Teori Motivasi & Pengukurannya, Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara

Barth, Rooland S. 1990. Improving shool from within. San Fransisco: Jossey-Bass.

Clifford T. Morgan, Introduction to Psychology, New York: M.C. Graw Hill Company, Inc, 1961,

Castteter, William. 1991. The Human Resource Function in Educational Administration. New Jersey: Prentice Hall Inc.

Danim S, 2009. Manajemen dan Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Davis, Stephen. Et.al 2005, School Leadership Study, Developing Successful Principal, the Wallace foundation, Standford Educational Leadership Institute, http://www.srnlead.org. (6 November 2009)

Davis, Keith dan John W. Newstrom. 1997. Human Behavior at Work: Organizational Behavior. Singapore: McGraw-Hill Book Company.

Drucker. Petter F. (Alih bahasa: Agus Teguh Handoyo). 1997. Managing in a Time of Great Change. Jakarta: Elex Media Komputindo,

Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi Kepala Sekolah TK,SD, SMP, SMA, SMK & SLB, Jakarta : BP. Cipta Karya.

Departemn Agama RI, Al Qur’an dan terjemahannya, Surabaya, PT Mekar,

Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi Kepala Sekolah TK,SD, SMP, SMA, SMK & SLB, Jakarta : BP. Cipta Karya

E. Mulyasa. 2003. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Penerbit: Remaja Rosdakarya, cetakan 1. Bandung.
¬¬
________, 2004. Menjadi Kepala Sekolah Profesional, dalam konteks Menyukses kan MBS dan KBK. Bandung: Rosdakarya.

________, 2005. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: PT Remaja Rosda Karya,

Frederick J. Mc. Donald, Education Psychology, San Francisco: Wadsworth Publishing Company, 1959,

Goleman, Daniel. 2006. The Socially Intelegent Leader, www. ASCD.org (7 November 2009)

Hammond, John Bransford. 2005. Preparing Teachers for A Changing World What Tachers School Learn and Be Able to do. San Francisco: Jossey-Bass.

Hasil Observasi di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Wedarijaksa, pada tanggal 10 November 2011.

Hasibuan, Malayu P. 1997. Organisasi dan Motivasi, Dasar Peningkatan Produktivitas. Jakarta: Bumi Aksara,

Hoy, Wayne K., Cecil G. Miskel, 2001. EducationalAdministration 6th Edition, New York, McGraw Hill co.

James AF Stoner, and Edward Freeman. 1996. Management. New Jersey: Prentice Hall. Inc,

John L Pierce, John W Newstorm (2006). Leader and The Leadership Process, New York, MicGraw Hill.

John D Schermerhorn, James G Hunt, Richard N Osborn, 2005. Organiizational Beaviour, John Willey and Son Inc.

Kambey,Daniel.C. 2003. Landasan Teori Administrasi/Manajemen.Manado: Yayasan Tri Ganesa Nusantara.

Kompas, 2 Mei 2006

Locke, Edwin A., 1997. Esensi Kepemimpinan, Terj. Aris Ananda, Jakarta: Spektrum,

McClelland, DC. 1967. The Achieving Society. New York: The Free Press,

McCall, Jack. 1994. The Principal’s Edge. Princeston Junction-New Jersey, Eye on Education Inc

Michael Fullan, & Suzanne Stiegelbaver, 1991. The New Meaning ofEducational Change, New York: Teahcer College Press.
Morris, Wayne, 2006. Creativity, Its Place in Education, http://www.jpb.com (5 Juni 2009).

Moh. As'ad. 1995. Seri Ilmu Sumber Daya Manusia, Psikologi Industri, edisi ke-4. Yogyakarta: Liberty,

Muhibbin Syah. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1985,
¬¬¬
________, Psikologi Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1995,

Mulyono. 2008. Manajemen Administrasi & Organisasi Pendidikan.Ar-Ruzz Media Jogyakarta.

Mustafa Fahmi, Syikulujiah At-Ta’lim, Mesir: Maktabah Misriyah, t.th.

Nana Syaokih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003,

Oemar Hamalik. Psikologi Belajar dan Mengajar, Bandung : Sinar Baru Algensindo, 1990,

Permendiknas RI No. 13 Tahun 2007. Tentang Standar Komptensi Kepala Sekolah/Madrasah. Depdiknas, Jakarta.

Poerwadarminta, 1992, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Jakarta,

Riduwan. 2009. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta,

Rudy Haryono, Mahmud Mahyong, Kamus Lengkap Inggris Indonesia – Indonesia Inggris, Surabaya: Cipta Media, 1995,

Razik, Taher A, Swanson, Austin D. 1995. Fundamental Concepts of Educational leadership and Management, New Jersey. Prentice Hall.

Ruky, A.S. 2003. SDM Berkualitas, Mengubah Visi Menjadi Realitas. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Syaiful Sagala, 2000. Administrasi Pendidikan Konteporer, Alfabeta, Bandung.

_______, 2009. Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

_______, 2009. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kepemdidikan. Penerbit: Alfabeta, cetakan 2, Bandung.

Schuller, Randall and Jackson, Susan E.1999. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi ke-6. Jakarta: Erlangga,
Sergiovani, J. 1993. Supervision a Redefinition. New York: McGraw-Hill Book Company,

Siagian, Sondang P .1999. Kerangka Dasar Ilmu Administrasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudarwan Danim. 2002. Inovasi Pendidikan: Dalam Upaya Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung : Pustaka Setia

Suharsimi Arikunto, 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineke CiptA.

________, 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

________, 2006, .Dasar-Dasar Supervisi Buku Pegangan Kuliah. Jakarta: Rineka Cipta

Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: CV. Alfabeta.

Sumber http:// dahlanforum. wordpress.com di unduh tgl 16/11/2011).

Sumber: http://sujarwohart.wordpress.com di unduh tgl 16/11/2011).

Sumber:http://akhmadsudrajat.wordpress.com, di unduh tgl 17/03/2011)

Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, Jakarta : Rajawali Press, 1986,

________, 1998, Psikologi Kepribadian. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada,

Sweeney, Paul D., McFarlin, Dean B. 2002. Organizational Behaviour. Soluution for Managemant, New York: McGraw Hill.

Turney, C, 1992. The School Manager. Sydney: Allen & Unwin.

UU RI No, 14 tentang Guru dan Dosen

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional.

U. S. Department of Education (2004). Innovative Pathways to School Leadership, http://www.ed.gov (6 November 2009).

Wahjusumidjo, 1992. Kiat Kepemimpinan dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Harapan Masa.

W.S. Winkel, Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, Jakarta : PT. Gramedia, 1983,

William Castteter, 1991. The Human Resource Function in Educational Administration. New Jersey: Prentice Hall Inc,

Wina Sanjaya. 2008. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Prenada Media Group.

Yelon dan Weistein, 1997. Individual in Society. New York: Harper an Crow,

Yukl G. 2007. Kepemimpinan dalam Organisasi. Jakarta

About these ads