gambar ka'bah Tahun 610.

Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, yakni surat al alaq ayat 1-5 yang diawali dengan kalimat “iqra” yang artinya bacalah. kalimat ini menjadi awal ditemukannya metode ilmiyah, yakni metode empirik-induktif dan percobaan yang menjadi kunci pembuka rahasia-rahasia alam semesta yang menjadi perintis modernisasi Eropa dan Amerika.

       Konsep tentang karantina pertama kali diperkenalkan di abad ke-7 oleh Nabi Muhammad SAW, yang dengan bijaksana memperingatkan supaya hati-hati ketika memsuki atau meninggalkan suatu daerah yang terkena wabah penyakit.

       Sejak abad ke-10, dokter-dokter islam berinovasi dengan mengisolasi individu-individu penderita penyakit dan mengasingkannya ke arah utara. sedangkan konsep karantina yang dikembangkan di Venice, Italia tahun 1403 bukanlah yang pertama di dunia.

Tahun 660-750M

       Kekuasaan daulah Umayyah menguasai Damsyik (Spanyol) tahun 629 M, Syam dan Irak tahun 637 M, Mesir sampai Marokko tahun 645 M, Persia tahun 646 M, samarkhand tahun 680 M, seluruh Andalusia tahun 719 M, dan akhirnya tertahan di Poiteier pada tahun 732 M, dalam usahanya memperluas pengaruh ke Prancis.

700-an (Kompas-Navigasi-ensiklopedi geografi-kalender dan peta dunia)

       Ahli ilmu geografi Islam dan navigator-navigatornya mempelajari jarum magnet-mungkin dari orang Cina, namun para navigator itulah yang pertama kali menggunakan jarum magnet di dalam pelayaran. Mereka menemukan kompas dan menguasai penggunaannya di dalam pelayaran menuju ke Barat. Navigator-navigator Eropa bergantung para juru-juru mudi Muslim dan peralatannya ketika menjelajah wilayah-wilayah yang tak dikenal. Gustav Le Bon mengakui bahwa jarum magnet dan kompas betul-betul ditemukan oleh orang Islam dan orang Cina hanya berperan kecil. Alexander Neckman, seorang Inggris, seperti juga orang Cina, mungkin belajar tentang kompas dari pedagang-pedagang Muslim, namun dikatakan bahwa dialah orang pertama yang menggunakan kompas dalam pelayaran. dan orang Cina memperbaiki keahlian mereka yang berhubungan pelayaran setelah mereka mulai berinteraksi dengan Muslim selama abad ke-8.

       Diceritakan bahwa ilmu geografi dihidupkan kembali abad ke-15, ke-16 dan ke-17 ketika pekerjaan Ptolemius di masa lampau ditemukan. Penjelajah dengan ekspedisi-ekspedisi Portugis dan Spanyol juga mendukung hal ini. Risalah pertama berbasis ilmiah tentang geografi dihasilkan selama periode ini oleh sarjana-sarjana Eropa.

       Namun apakah fakta sesungguhnya? Ahli geografi Islam menghasilkan buku-buku yang tak terhitung tentang afrika, Asia, India, Cina dan orang-orang Indian selama abad ke-8 hingga abad ke-15. Tulisan-tulisan itu mencakup ensiklopedi geografi pertama di dunia, almanak-almanak dan peta jalan. Karya-karya agung abad ke-14 oleh Ibnu Batuttah menyediakan suatu pandangan yang terperinci mengenai geografi dunia di masa lampau. Ahli geografi Muslim  dari abad ke-10 sampai abad ke-15 telah melampaui hasil dari orang-orang Eropa tentang geografi daerah-daerah ini dengan baik ketika memasuki abad ke-18. Para penjelajah Eropa menyebabkan kehancuran pada lembaga pendidikan, sarjana-sarjana dan buku-buku mereka. Mereka tidak memberikan makna apapun pada perkembangan ilmu geografi untuk dunia Barat.

735 M

       Khalifah abu Ja’far abdullah al-Manshur mempekerjakan para penerjemah yang menerjemahkan buku-buku kedokteran, ilmu pasti, dan filsafat dari bahasa Yunani, Persi dan Sanskrit, diantaranya terdapat Bakhtaisyu Kabir alias Bakhtaisyu ibnu Jurijs ibnu Bakhtaisyu, al-Fadzj ibnu Naubakht dan anaknya Abu Sahl Tiamdz ibnu al-Fadzl ibnu Naubakht serta abdullah ibnu al-Muqaffa.

740 M

       Berbagai bentuk jam mekanik dihasilkan oleh insinyur-insinyur Muslim Spanyol, ada yang besar dan kecil, dan pengetahuan ini kemudian sampai ke Eropa melalui terjemahan buku-buku mekanika Islam ke bahasa Latin. Jam-jam ini menggunakan sistem picu beban. Gambar desain dari beberapa bagian gir dan sistem kerjanya juga ada. Jam seperti itu dilengkapi dengan buangan air raksa, jenis yang kemudian secara langsung dijiplak oleh orang-orang Eropa selama abad ke-15. Sebagai tambahan, selama abad ke-19, Ibnu Firnas dari Spanyol Islam, menurut Will Durant, menemukan sebuah alat yang mirip arloji sebagai penanda waktu yang akurat. Ilmuwan-ilmuwan Muslim juga membangun bermacam jam-jam astronomi yang sangat akurat untuk digunakan dalam observatorium-observatorium mereka.

       Tetapi dikatakan kepada kita bahwa sampai abad ke-14, satu-satunya jenis jam yang ada adalah jam air. Di tahun 1335, sebuah jam mekanis yang besar dibangun di Milan Italia. Dikatakan bahwa jam ini adalah jam berpicu beban pertama di dunia.

disadur dari majalah: Mayara edisi 100 Th.IX/Desember 2010.