ditulis kembali oleh : Achyar Choy. 

Prof. Howardgb 02 Gardner meragukan tentang IQ digunakan untuk mengukur kecerdasan seseorang, karena kenyataannya ada orang-orang dengan IQ di atas 140 bekerja pada seseorang dengan IQ 100. Gardner datang dengan “Teori Multi Kecerdasan” (Multi Intelegent)  dia mengatakan bahwa IQ tidak boleh dianggap sebagai gambaran mutlak seperti hanya tinggi, berat dan tekanan darah. Dalam bukunya yang berjudul “Frames of Mind” ia menjelaskan garis besar tujuh jenis kecerdasan, yaitu:

1) Kecerdasan Linguistik (Bahasa) : adalah kemampuan membaca, menulis dan berkomunikasi dengan kata-kata atau bahasa. Kecerdasan ini biasanya dimiliki penulis, jurnalis, penyiar, orator, pelawak.

Contoh: Charles Dikens, Abraham Lincoln, T.S. Eliot, Sir Churchill.

2) Kecerdasan Logis-Matematis : adalah kemampuan berfikir (menalar dan menghitung, berfikir logis dan sistematis biasanya dimiliki para insinyur, ilmuwan, ekonom, akuntan, para anggota profesi hukum.

Contoh: Albert Einstein, John Dewey.

3) Kecerdasan Visual-Spasial: adalah kemampuan berfikir meng gunakan gambar, memvisualisasikan masa depan, membayangkan berbagai hal pada mata pikiran kita. Biasanya dimiliki oleh arsitek, seniman, pemahat, pelaut, fotografer, dan perencana strategis.

Contoh: Picasso, Frank Llod Wright, Columbus.

4) Kecerdasan Musikal : adalah kemampuan mengubah atau mencipta musik, dapat bernyanyi dengan baik, atau memahami dan mengapresiasi musik, serta menjaga ritme. Biasanya dimiliki oleh para musisi, composer, perekayasa rekaman,

Contoh: Mozard, Leonard Bernstein, Ray Charles.

5) Kecerdasan Kinestik-Tubuh: adalah kemampuan menggunakan tubuh secara trampil untuk memecahkan masalah, menciptakan produk, atau menciptakan gagasan dan emosi. Biasanya dimiliki atletik, penari, aktor, atau dalam bidang bangunan dan konstruksi. 

Contoh: Charlie Chaplin, Michael Jordan, Rudolf Nureyev.

6) Kecerdasan Intrapersonal (sosial): adalah kemampuan bekerja secara efektif dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain dan memperlihatkan empati dan pengertian, memperhatikan motivasi dan tujuan mereka. Biasanya dimiliki para guru yang baik, fasilitator, penyembuh, politisi, pemuka agama, dan waralaba.

Contoh: Gandhi, Ronald Reagen, Mother Teresa, Oprah Winfrey.

7) Kecerdasan Interpersolan: adalah kemampuan menganalisis diri merenungkan diri, mampu merenung dalam kesepian dan menilai prestasi seseorang, meninjau perilaku seseorang dan perasaan-perasaan terdalamnya, membuat rencana dan menyusun tujuan yang hendak dicapai, mengenal benar diri sendiri. Biasanya dimiliki para filsof, penyuluh, pembimbing.

Contoh: Freud. Eleanor Roosevelt, Plato.

8) Kecerdasan Naturalis: (Jenis kecerdasan ini diutarakan pada tahun 1996) adalah kemampuan mengenal flora dan fauna, melakukan pemilahan-pemilahan runtut dalam dunia kelamanan dan menggunakan kemampuan itu secara produktif. Biasanya dimiliki petani, ahli tumbuhan, konservasi, biologi, lingkungan.

Contoh: Charles Darwin, E.Q Wilson.

(Colin Rose, Malcom J Nicholl, cara belajar cepat abad XXI, 

accelereated learning for the 21 century, 58-60)