Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menikmati hidup ini. Tahun 2010 telah berlalu dan berganti tahun 2011. Pergantian tahun menunjukkan bahwa usia manusia telah bertambah. ini artinya masa kehidupan di dunia semakin berkurang. 

rbby_25       Banyak pengalaman yang dijumpai pada tahun 2010. Ada pengalaman yang menyedihkan, ada pula yang membahagiakan. Berbagai bencana mendera bangsa hingga banyak yang tak berdaya. Begitu juga yang kita alami, kadang suka kadang duka, apapun yang pernah terjadi adalah pengalaman dan pelajaran agar manusia terus memperbaikin diri.

       Biarkan kesedihan dan ujian di masa lalu itu datang berantai. Pelajari apa yang sudah terjadi. Kita masih mempunyai keyakinan bahwa waktu terus berjalan maju dan tidak akan surut ke belakang. Pandang hidup ini ke depan dengan penuh optimis. Tersenyum dengan penuh keyakinan.

       Thomas Alfa Edison pernah berkata: “Senyum itu cepat meresap masuk ke dalam diri Anda dan menjadikan Anda merasa senang dan dapat membangkitkan spirit” Ini menunjukkan bahwa remaja yang optimis terpancar pada aura wajahnya. Wajah yang senantiasa tersenyum melambangkan remaja yang mempunyai masa depan. Sedangkan remaja yang selalu cemberut dalam dirinya ada belenggu untuk sukses.

       Cobalah kita renungkan ajaran Rasulullah saw setelah bangun tidur. Ketika bangun tidur, kita diajari untuk selalu berdoa kepada Allah. Doa yang mengandung nilai-nilai rasa syukur dan optimis dalam hidup ini. “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah mematikan kami dan hanya kepada-Nyalah kami kembali.” (HR. Muslim). Doa yang kita baca ketika bangun tidur merupakan rasa syukur. Setelah semalaman kita dimatikan sementara, dilupakan dengan urusan dunia, tiba-tiba dipagi hari itu dibangunkan kembali. Tidak sulit bagi Allah untuk membuat seseorang tidur selamanya, tetapi dengan kasih sayang-Nya, umur manusia ditambah dengan cara dibangunkan kembali.

       Orang-orang yang optimis, bangun tidur dengan penuh kegembiraan, penuh dengan keyakinan untuk melangkah. Diwajahnyapun tersungging senyum kemenangan. sementara orang-orang yang pesimis, bangun tidur dengan penuh beban. Agenda yang ada di kepala justru membuat seseorang malas bangun. Takut menghadapi kenyataan di depan mata.

       Apa sebenarnya yang dirasakan saat bangun tidur? Apakah kita ini tergolong yang ingin segera bangun atau justru yang malas? Bagi orang yang ingin segera bangun, apa alasannya? diri sendiri yang tahu bagaimana sikap terhadap hari-hari yang dijalani.

       Awal yang indah saat bangun tidur, akan membuka hati untuk melangkah selanjutnya. Orang-orang yang optimis adalah orang-orang yang menyenangkan dan suka tersenyum. Untuk itu bukalah hari-harimu dengan senyum. Apa saja akan mudah didapatkan jika hatimu tenteram dan senang. Itu semua ditandai dengan senyum ketulusan dan kejujuran penuh optimis.

       Senyum itu pekerjaan yang ringan dan bernilai ibadah, namun demikian perlu untuk dilatih. Tidak semua orang mempunyai senyum yang tulus. Jika sejak masa kecil dan masa remajanya tidak terlatih untuk tersenyum, maka senyum menjadi barang yang mahal.

       Senyum sangat terkait dengan hati. Hanya hati yang menyimpan rasa cinta yang bisa senyum tulus. Hati yang penuh optimis yang memiliki senyum. apasih yang sebenarnya yang membuat orang enggan untuk tersenyum? Sebenarnya senyum menjadi cermin seseorang. Orang yang susah tersenyum adalah orang-orang yang sudah kehilangan rasa cinta, orang yang mulai kehilangan rasa empati, kehilangan rasa peduli pada sesama dan kehilangan rasa optimis dalam menapaki hidup.

       Senyum memberikan peluang seseorang untuk membangun citra diri. Aura senyum dapat mengungkap tabir hati. Betapa indahnya orang yang membiasakan tersenyum. Karena senyum keramahan Rasulullah Muhammad SAW , beliau menjadi pemimpin yang dicintai. Tidak ada manusia yang senyumnya melebihi senyum Rasulullah SAW. Beliau adalah manusia yang murah senyum. Dan senyum yang ditebar adalah senyum ketulusan, senyum kejujuran, senyum yang mampu membangun masa depan penuh dengan optimis.*